Apartemen Green Pramuka City Kecolongan, 14 WNA Menempati Unit Tanpa Ijin

Di Jakarta, sering kali masalah imigran gelap masih banyak ditemukan. Begitu juga yang baru-baru ini terjadi di Apartemen Green Pramuka City. Hari Kamis lalu didapati sejumlah 14 orang WNA asal Afrika menyewa unit di Tower Orchid lantai 9 apartemen tersebut. Diduga seluruh WNA ini tidak memiliki ijin resmi dan bahkan tidak terdaftar di kantor imigrasi. Hal ini memang bukan yang pertama kalinya di bilangan ibukota Sebelumnya pihak imigrasi juga menemukan beberapa hal serupa di apartemen lainnya seputaran Jakarta.

Kronologi Kejadian

Berawal dari laporan penghuni unit lainnya yang ada di lantai tersebut. Mereka merasa curiga saat 14 WNA ini tiba-tiba menyewa unit di lantai yang sama. Setidaknya tercatat ada 12 unit yang ditempati. Sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah besar penghuni lokal lainnya. Akhirnya disepakati hal ini dilaporkan pada pihak imigrasi supaya diperoleh kejelasan lebih lanjut. 

Selanjutnya imigrasi Jakarta beserta beberapa petugas instansi terkait memutuskan untuk membuktikan laporan tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas imigrasi Jakarta menemukan bahwa sebagian besar dari WNA tersebut tidak bisa menunjukkan identitas yang jelas termasuk surat ijin tinggal yang resmi di Indonesia. Dengan dalih sedang berwisata serta hanya berkunjung, para imigran ini memberikan keterangan yang kurang jelas. Akhirnya  para petugas imigrasi memutuskan untuk membawa mereka ke rumah detensi imigrasi Jakarta.

Tanggapan Pengelola Apartemen

Menanggapi kejadian tersebut, pihak pengelola Apartemen Green Pramuka City memberikan keterangan resmi. Head of Communication apartemen tersebut, yaitu Lusida Sinaga membenarkan informasi bahwa hari Kamis lalu telah ada pengecekan status tinggal 14 WNA Afrika yang berada di Tower Orchid oleh pihak imigrasi. Di samping itu, Lusida juga memberikan keterangan bahwa pihaknya dalam hal ini merasa kecolongan karena tidak mengetahui hal tersebut sebelumnya. Barulah pihak pengelola mengambil langkah setelah terdapat laporan dari para penghuni.

Hal ini bukan merupakan hal baru, pasalnya menurut Lusida, ada banyak broker online illegal yang tidak terdaftar di pihak pengelola. Mereka diam-diam menyewakan unit untuk berbagai keperluan, yang bisa jadi tidak sesuai peraturan dan ketentuan yang diberikan oleh pihak pengelola. Oleh sebab itu Lusida berencana untuk memperketat pengawasan dan menghindari hal-hal semacam ini terjadi kembali. Sehingga kedepannya juga tidak perlu menimbulkan keresahan pada para penghuni yang lainnya.

Tanggapan Pihak Imigrasi

Adapun saat dikonfirmasi terpisah pada pihak imigrasi, Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Jakarta Pusat, Kevin Samuel Manus mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menahan 11 WNA tersebut di rumah detensi imigrasi Jakarta Pusat. Sementara 11 orang dibebaskan karena bisa menunjukkan paspor dan identitas resmi. Sisanya yang tidak memiliki izin maupun identitas apapun akan menunggu hingga ada tindakan lebih lanjut dari imigrasi Jakarta Pusat. 

Pada dasarnya, menurut Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Alvian Bayu Indra Yudha, ada dua hal yang akan dilakukan lebih lanjut. Pertama yaitu mengumpulkan cukup bukti untuk proses lebih lanjut. Apabila tidak cukup bukti maka kasus akan dilimpahkan. Pilihan kedua yang akan dilakukan yaitu dilakukan sanksi administratif kepada para WNA tersebut. Termasuk resiko akan adanya deportasi dari Indonesia menuju ke negara asalnya. Sehingga dengan demikian maka kasus ini akan memiliki penyelesaian yang baik dan tuntas secara keseluruhan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of